🐂 Hadits Tentang Durhaka Kepada Guru

Foto: Unsplash. Dalam Islam, durhaka kepada orang tua termasuk dalam kategori dosa besar. Tidak hanya ancaman di akhirat, hukuman durhaka kepada orang tua bisa saja dipercepat oleh Allah SWT di dunia. Beberapa fenomena kehidupan sehari-hari menunjukkan seseorang yang durhaka kepada orang tuanya hidupnya tidak akan bahagia. Salah seorang di antara mereka bertawasul dengan amalan berbakti kepada kedua orang tuanya. Yaitu dia selalu memberikan susu kepada kedua orang tuanya sebelum memberikan kepada anak-anaknya bahkan dia bersabar menunggu untuk memberikan susu tersebut kepada orang tuanya sampai terbit fajar. (HR. Bukhari no. 5974 dan Muslim no. 2743) Daftar Isi. Kisah cinta Sayyidah Khadijah RA dengan Nabi Muhammad SAW tidak kalah romantis dari Romeo dan Juliet. Kecintaan Rasulullah SAW kepada istri pertamanya itu sangat dalam, hingga saat kepergian Khadijah RA membuat dirinya bersedih dan menjadi Amu al-Huzn (tahun kesedihan) bagi Rasulullah SAW. Muhammad Ibnu Saad dalam bukunya The Women Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Dosa-dosa besar adalah berbuat syirik kepada Allah, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh jiwa serta sumpah palsu." (HR. Bukhari). Perhatikan hadits di atas. Rasulullah menempatkan dosa durhaka kepada orang tua setelah dosa syirik, dan sebelum dosa membunuh jiwa. ADVERTISEMENT. Mengutip dari Konsep Birrul Walidain karya Luky Hasnijar, secara luas arti birrul walidain adalah berbuat baik kepada kedua orangtua, menunaikan hak orangtua dan (kewajiban terhadap) mereka berdua, tetap menaati keduanya, melakukan hal-hal yang membuat mereka senang ,dan menjauhi berbuat buruk terhadap mereka. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548) Imam Al-Qurthubi menjelaskan, "Hadits tersebut menunjukkan bahwa kecintaan dan kasih sayang terhadap seorang ibu, harus tiga kali lipat besarnya dibandingkan terhadap seorang ayah. Nabi shalallaahu 'alaihi wasallam menyebutkan kata ibu sebanyak tiga kali, sementara kata ayah hanya satu kali. mFNJjAB.

hadits tentang durhaka kepada guru